Maryati Arifudin 22 Ramadhan 1442

Akankah berlalu dipenghujung batas waktu. Beri hamba kekuatan tuk menggapai malam kemulian itu.

Jangan biarkan berlalu kesempatan yang Engkau tawarkan pada umatmu. Kami sadar belum maksimal mengamalkan sunah-sunahmu.  Izinkan hamba tuk berjumpa di malam yang diberkahi tahun ini.

Kita hanya berharap dengan tekad kemauan hati tuk memperbaiki diri. Sadarlah! Sungguh nikmat dunia ini tidak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk. Jika hanya menginginkan dunia saja, pasti Tuhanmu mudah akan memberinya. Sungguh, dunia hanya kebahagian semu. Harta atau apa saja yang dicintai dan diimpikannya pasti suatu saat akan ditinggal pergi. Sungguh, jika hanya meminta nikmat dunia saja pasti dirimu akan menyesali.

Rasulullah bersabda, “Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi)

Kesempatan merubah diri, untuk menggapai derajat taqwa impian kita semua. Derajat taqwa hanya diberikan bagi yang mau mengikuti Rasulnya. Rasul mulia mewajibkan menunaikan zakat  bagi yang mampu. Yang tak mampu dibebaskan dari kewajiban itu, justru berhak menerima zakat dari orang mampu. Sungguh, ajaran mulia ini mengajarkan tuk jiwa peduli bukan pamer diri.

Zakat tidak akan mengurangi hartamu. Justru manfaat zakat akan mampu membersihkan harta-hartamu. Menunaikan zakat sebagai wujud rasa syukur akan nikmat yang bersumber dari Tuhannya. Ingat, setiap usaha yang kita lakukan pasti hasilnya ada campur tangan dari Tuhan Alloh Yang satu. Renungkanlah, sebagian hasil usaha itu Alloh lebihkan bukan untuk diri dan keluarga anda saja. Tetapi, sebagian hasil usahamu ada hak orang lain yang Alloh titipkan untuk saudara-saudara yang tidak seberuntung dirimu.

Inilah ajaran yang lurus ini, selalu mengajarkan untuk sadar diri. Sadar tuk menumbuhkan jiwa peduli bahwa rezeki yang melimpah dari Tuhan Yang Maha Pengasih agar bisa berbagi. Sungguh, kelebihan rezeki bukan tuk bangga diri atau cerita ke kanan-kiri. Tapi, rezeki yang berkah mampu menumbuhkan jiwa peduli.

Pesiapkan zakat mal, bukan perbanyak pergi ke mall. Jika, menginginkan jumpa dengan Sang Kekasih maka ikutilah sunah-sunah nabi. Sungguh, berkahnya harta jika umat peduli dan mampu berbagi. Oleh karena itu, Alloh SWT telah mewajibkan hamba-hambanya yang menyatakan diri mukmin tuk menunaikan zakat setahun sekali. 

Perintah sholat pasti berkaitan dengan perintah zakat. Surat Al-Baqarah ayat 110 artinya,”Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Perhatikanlah, dua kewajiban itu menjadi pembeda muslim sejati dengan munafik. Maka  saat masa kepemimpinan Abu Bakar, memerintahkan orang mukmin yang enggan bayar zakat wajib diperangi. Sungguh, zakat itu ditunaikan kebaikannya tuk diri sendiri bukan untuk Tuhan.

Sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik Sesungguhnya aku akan menutupi dosa-dosamu. dan Sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai”(QS. Al-Ma’iddah: 12)

Tuhanmu tidak perlu zakatmu, karena Tuhan Alloh maha kaya. Sesuai asma-Nya Al – Ghaniiyy, Dia kuasa tuk mengambil atau mimindahkan harta siapa saja yang dikehendaki. Sungguh, semua fasilitas yang diberikan dibumi ini hanya pinjaman. Jadi, sadarlah bahwa harta itu titipan, bukan milikmu. Jangankan harta, ruh atau nyawa umat di dunia ini dalam genggaman-Nya. Allohlah Tuhan yang Esa, hanya mengajarkan pada umatnya tuk peduli terhadap sesama.

Besarnya zakat cukup meringankan pemiliknya. Jika zakat fitrah hanya 2,5 kg berupa makan pokok.  Persyaratan menunaikan zakatnya tidak mempersulit pelakunya. Jika mereka punya persedian beras atau tabungan seharga 2,5 kg makan pokok per jiwa wajib menunaikan zakat fitrah itu. Zakat fitrah wajib membayarnya saat ramadhan tiba. Sebaiknya, zakat fitrah ditunaikan pada akhir ramadhan. Jika membayarnya  dibulan lainnya namanya bukan zakat fitrah tapi shadaqoh saja.

Zakat fitrah hukumnya wajib bagi yang mampu sedangkan shadaqoh hukumnya sunah.  Artinya, kesempatan meraih pahala dari-Nya disaat hadirnya bulan mulia banyak ragamnya. Ada amaliah yang bersifat wajib ada yang bernilai sunah. Amalan wajib urgensinya lebih utama dari yang sunah. Jika ingin sempuna puasa tahun ini, maka kerjakanlah amalan yang wajib yang utama dan tambahkan sunah-sunahnya.

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. [Ali ‘Imrân/3:133]

Bukankah semua hamba ingin menggapai cinta dan ampunan-Nya? Ingat, peluang amalan ramadhan tinggal beberapa hari saja. Jadikan, ramadhan tahun ini beda dengan tahun sebelumnya. Mudah-mudahan amalan ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun yang berlalu.

Referensi:

Tak Lebih Berharga dari Sehelai Sayap Nyamuk!

https://almanhaj.or.id/5862-dunia-lebih-jelek-daripada-bangkai.html

0

You may also like

Pemanfaatan E-Modul pada Pembelajaran Jarak Jauh dalam rangka Penerapan Literasi Digital
Mengembangkan Life Skills Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek pada Mata Pelajaran Teknik Agroforestry
Mobile Training SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru di KHDTK Hutan Diklat Bukit Suligi Dalam Rangka Menyiapkan Pembelajaran Sistem Blok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *