Fakihudin, Guru Muda di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru

Indonesia adalah salah satu dari beberapa negara anggota Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebagai anggota MEA, Indonesia harus dapat berkompetisi bersama anggota yang lain terutama dalam distribusi tenaga kerja. Untuk dapat bersaing di kancah internasional, tenaga kerja indonesia harus memiliki kompetensi yang layak di bidangnya. Sertifikasi kompetensi merupakan sebuah pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai keterampilan dan kemampuan yang mumpuni sesuai dengan standar kerja yang sudah ditetapkan.

Sertifikasi kompetensi diperlukan bagi tenaga kerja di sektor lingkungan hidup dan kehutanan. Lulus uji Kompetensi merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi ASN Jabatan Fungsional Binaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Syarat tersebut digunakan untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan kenaikan jabatan satu tingkat diatasnya. Selain sebagai syarat jabatan fungsional, sertifikasi kompetensi sangat bermanfaat bagi jenjang karir di masa depan. Beberapa manfaat dari sertifikasi kompetensi adalah :

  1. Membantu tenaga kerja dalam promosi profesinya di pasar tenaga kerja
  2. Membantu tenaga kerja dalam merencanakan karir
  3. Membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara
  4. Membantu tenaga profesi meyakinkan kepada organisasi/industri/kliennya bahwa dirinya kompeten dalam bekerja atau menghasilkan produk atau jasa
  5. Membantu tenaga profesi dalam memenuhi persyaratan regulasi
  6. Membantu memastikan dan memelihara kompetensi untuk meningkatkan percaya diri tenaga profesi.
  7. Membantu tenaga profesi dalam mengukur tingkat pencapaian kompetensi dalam proses belajar di lembaga formal maupun secara mandiri.

Asesor adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan penilaian kompetensi teknis. Melalui uji kompetensi asesor dapat menentukan seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi tertentu. Proses penilaian dapat dilakukan secara teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan.

Peran asesor dalam menjamin kompetensi SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat besar. Melalui mekanisme penilaian yang tepat asesor dapat menentukan seseorang layak atau tidak menempati jabatan fungsional tertentu. Hal ini dapat terwujud jika asesor memiliki kompetensi yang memadai pada bidang kompetensi yang ditangani, oleh karena itu salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai Asesor SDM Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lembaga Uji Kompetensi (LUK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah pernah mengikuti diklat yang linier di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Seorang asesor juga harus memahami standar kompetensi manajerial dan standar kompetensi teknis. Standar kompetensi manajerial adalah persyaratan kompetensi manajerial yang harus dimiliki PNS dalam melaksanakan tugas jabatan, sedangkan standar kompetensi teknis adalah kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan atau keahlian serta sikap kerja yang berdasarkan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai peraturan perundang-undangan.

Kinerja Asesor SDM Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lembaga Uji Kompetensi (LUK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menentukan kualitas kompetensi tenaga fungsional lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Apabila kinerja asesor baik sehingga uji kompetensi dapat berjalan sesuai dengan standar penilaian maka kualitas tenaga fungsional juga akan baik. Tenaga fungsional yang menguasai kompetensi bidang jabatannya akan bekerja secara optimal. Sebaliknya jika kinerja asesor tidak baik, maka uji kompetensi tidak akan bisa berjalan sesuai dengan standar penilaian yang ada, tenaga fungsional yang dihasilkan tidak bisa bekerja secara optimal dalam bidang jabatannya.

Hasil dari uji kompetensi adalah sebuah keputusan yang mengantarkan peserta uji kompeten atau belum kompeten. Apabila kompeten maka peserta uji dapat menduduki jabatan fungsional tertentu. Apabila belum kompeten maka harus mengulang kembali pada kesempatan uji kompetensi selanjutnya. Sebelum mengikuti uji kompetensi peserta terlebih dahulu mengikuti diklat peningkatan kompetensi sesuai jabatan fungsional yang dimilikinya. Diklat peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan bagi peserta kompetensi terutama kemampuan teknis yang dimilikinya. Melalui diklat peningkatan kompetensi seorang tenaga fungsional dapat mengupgrade kompetensinya sesuai dengan perkembangan perundang-undangan serta aplikasi teknologi terkini yang sedang dikembangkan. Dengan kompetensi yang memadai diharapkan tenagan fungsioanal tidak menemui kesulitaan ketika mengikuti uji kompetensi.

Kinerja Asesor akan berpengaruh terhadap kinerja jabatan fungsional. Kinerja jabatan fungsional akan berpengaruh terhadap capaian kinerja kementerian lingkungan hidup dan kehuatan. Jabatan fungsional adalah ujung tombak keberhasilan pekerjaan di lapangan. Pejabat fungsional yang dimaksud adalah Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, Penyuluh Kehutanan, Pengendali Dampak Lingkungan, Pengawas Lingkungan Hidup, Widyaiswara dan Guru. Masing masing jabatan fungsional tersebut memiliki spesifikasi bidang yang dimiliki. Jabatan fungsional adalah motor penggerak kelestarian lingkungan hidup. Mereka adalah jembatan yang menghubungkan antara program pemerintah dengan masyarakat. Jika jembatan itu tidak berfungsi dengan baik maka akses informasi akan terkendala.

Tidak hanya menyampaikan informasi, tenaga fungsional juga tenaga perintis yang langsung melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup. Sebagai contoh, polisi kehutanan memiliki tanggung jawab penuh dalam upaya pengamanan hutan. Segala sesuatu tentang upaya pengamanan hutan, patroli, penyelesaian konflik serta upaya hukum harus benar benar dikuasai oleh jabatan fungsional tersebut. Dalam melakukan uji kompetensi asesor harus benar benar menguasai aspek tersebut. Meskipun perangkat penilaian sudah disiapkan secara lengkap oleh panitia uji kompetensi, asesor juga harus mengikuti segala informasi ataupun kasus yang sedang terjadi di lapangan. Kemampuan ini akan mempermudah asesor dalam bekerja serta menggali secara lebih dalam kemampuan yang dimiliki jabatan fungsional tertentu sehingga kegiatan uji kompetensi berjalan lebih hidup dan tepat sasaran Dalam rangka mendapatkan asesor yang berkualitas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaksanakan rekruitmen asesor. Dalam kegiatan ini diharapkan akan terjaring asesor-asesor yang berkompeten sesuai bidang jabatannya. Latar belakang pekerjaan serta pengalaman sangat diperlukan sebagai syarat rekrutmen ini. Sekedar jabatan fungsional tidak cukup sebagai jaminan bahwa seseorang layak menjadi seorang asesor. Pengalaman pekerjaan sangat mempengaruhi kompetensi seorang asesor. Mengapa demikian? Karena pengalaman pekerjaan akan mempertajam kompetensi yang dimiliki terutama secara teknis. Meskipun itu tidak cukup sebagai sarat menjadi asesor. Motivasi mengikuti rekruitmen asesor juga perlu dipertanyakan. Apabila motivasinya memang secara profesional untuk pengembangan diri itu memang seharusnya, tetapi jika motivasinya adalah untuk mencari uang, itu akan sangat berbahaya. Seberapa besar motivasi profesional yang dimiliki oleh asesor  akan berbanding lurus dengan komitmen dan upaya untuk meningkatkan kualitas dirinya. Asesor yang memiliki komitmen tinggi dalam pekerjaannya akan senantiasa mencari informasi dan mengasah kompetensi yang dimilikinya.

0

You may also like

Smart School, Wajah Baru Sekolah di Era New Normal
Menumbuhkan Leadership Pada Peserta Didik di Era Pandemi
Wisata Alam yang Aman di Era New Normal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *