Fakihudin, SE
Guru Muda SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat kompleks di berbagai sisi kehidupan. Dunia pendidikan adalah salah satu bidang yang terkena dampak ini. Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara konvensional yaitu tatap muka tidak dapat lagi dilakukan karena pandemi ini. Ditengah pandemi yang belum reda kita dihadapkan pada era baru yaitu era new normal. Era new normal adalah era dimana kita membiasakan pola kehidupan baru dalam rangka memutus penyebaran Covid-19, pada era ini perlahan-lahan aktivitas masyarakat dapat kembali dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh gugus tugas Covid-19.

New normal dapat diberlakukan di suatu wilayah dengan persyaratan di bawah ini

  1. Terbukti transmisi Covid-19 bisa dikendalikan
  2. Instansi kesehatan dan masyarakat memiliki kesadaran untuk mengidentifikasi, mengisolasi, menanggulangi dan mengendalikan resiko Covid-19
  3. Pencegahan di tempat kerja dan lingkungan pendidikan mulai dilakukan melalui penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan menggunakan sabun serta kebiasaan sehat yang lain.

Pandemi Covid-19 berakibat pada teknologi desruptif, sebuah teknologi yang mengubah semua tatanan yang ada secara tiba-tiba. Pembelajaran konvensional berupa tatap muka antara guru dan peseta didik tidak dapat dilaksanakan karena pandemi ini, Physical Distancing mengubah semuanya. Adanya jarak antara guru dan peserta didik sehingga dibutuhkan teknologi untuk dapat menfasilitasi berlangsungnya pembelajaran.

Pencegahan Covid-19 di lingkungan pendidikan dilakukan dengan mengubah kelas tatap muka menjadi kelas maya. Untuk menunjang efektivitas kelas maya kehadiran Smartschool adalah sebuah alternatif yang bisa dikembangkan. Menurut Dr. Martadi, M.Sn yang disampaikan dalam Webinar Series STKIP PGRI Sidoarjo pada 6 Juli 2020, Smartschool adalah suatu konsep sekolah yang berbasis teknologi yang digunakan dalam proses belajar-mengajar di kelas. Teknologi pembelajaran dikemas dengan komposisi digitalisasi, humanisasi dan naturalisasi. Komposisi tersebut diramu untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berupa transfer materi yang hanya mengukur aspek pengetahuan serta ketrampilan tetapi juga aspek sikap.

Digitalisasi pembelajaran adalah proses mengubah bahan ajar format analog menjadi format digital sehingga lebih mudah untuk diproduksi, disimpan, dikelola, dan didistribusikan. Informasi yang digitalisasi dapat disajikan dalam bentuk teks, angka, audio, visual. Bahan ajar menggunakan modul interaktif, animasi maupun video interaktif dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penilaian aspek pengetahuan dan keterampilan dapat dilakukan dengan sistem ini.

Penanaman nilai-nilai kemanusiaan (humanisasi) pada pembelajaran kelas maya dapat dilakukan dengan memberikan penugasan sesuai dengan kemampuan disesuaikan dengan daya dukung teknologi yang dimiliki. Respon peserta didik dalam kelas maya dan kedisiplinan dalam mengumpulkan tugas dapat dijadikan salah satu acuan dalam penilaian sikap. Keterlibatan orang tua dalam penyelesaian tugas dan pembimbingan sangat membantu dalam menanamkan nilai-nilai humanisme. Untuk mempermudah orang tua peserta didik dalam membimbing  putra putrinya kita dapat menyusun panduan pembelajaran untuk orang tua yang dibuat sesederhana mungkin. Naturalisasi adalah pembiasaan bagi peserta didik untuk dapat menghargai alam sekitar. Konteks pembelajaran kelas maya tetap menghadirkan aspek naturalisasi. Pandemi Covid-19 dapat dihadirkan sebagai topik menarik dalam sebuah pembelajaran. Tidak sebatas resiko penyakit yang ditimbulkan bagi manusia tapi juga resiko yang ditimbulkan bagi lingkungan. Limbah medis yang dihasilkan dari rumah sakit yang menangani Covid-19 cukup berbahaya, sehingga perlu dilakukan penanganan khusus terhadap limbah tersebut. Sebagian besar Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh tenaga medis adalah pakaian sekali pakai. Akan sangat banyak limbah yang dihasilkan. Peserta didik dapat melakukan studi kasus perihal limbah APD Covid-19. Dikemas dalam sebuah projek penelitian, hal ini akan menciptakan pembelajaran yang sangat bermakna bagi peserta didik.

0

You may also like

Peran Asesor dalam Menjamin Kompetensi SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Menumbuhkan Leadership Pada Peserta Didik di Era Pandemi
Wisata Alam yang Aman di Era New Normal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *