Pada tanggal 6 s.d 12 Oktober 2020, SMK Kehutanan Negeri (SMKKN) Pekanbaru dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pekanbaru mengadakan kegiatan mobile training ke KHDTK Hutan Diklat Bukit Suligi untuk menyusun rencana sinergitas pembelajaran bagi siswa SMKKN Pekanbaru. Seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 bahwa Pendidikan Nasional harus bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ketercapaian tujuan pendidikan nasional tersebut akan dapat dicapai dengan adanya pembelajaran yang optimal.

Untuk melatih kesiapan dan keahlian peserta didik melalui praktikum pembelajaran berbasis kompetensi, SMKKN Pekanbaru harus dilengkapi dengan teaching factory, workshop dan laboratorium. Teaching factory merupakan unit produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan standar kerja untuk menghasilkan produk sesuai dengan kondisi nyata di Dunia Usaha/Industri. Salah satu perwujudan teaching factory adalah pembelajaran sistem blok yang penjadwalannya berbeda dengan pembelajaran pada umumnya karena pembelajaran dilakukan dengan prinsip pengoptimalan sumber daya baik segi kurikulum, anggaran, sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana.

Berbeda dengan penjadwalan jam pembelajaran pada sekolah umumnya yang menyebabkan peserta didik mengikuti beberapa jenis mata pelajaran yang bergantian dalam waktu yang terbatas,  sistem blok mengelompokkan pembelajaran produktif dan non-produktif pada satu waktu tertentu mulai dari tatap muka hingga praktik sehingga memungkinkan peserta didik untuk menerima pembelajaran secara utuh dan fokus dari materi dasar sampai menghasilkan produk pembelajaran.

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2015 pasal 6 ayat 3 menyatakan dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi yang  belum dilengkapi dengan pabrik dalam sekolah dan/atau TUK, penyelenggara harus melakukan kerjasama dengan industri dan/atau lembaga penelitian dan pengembangan. SMKKN Pekanbaru memandang perlu untuk melakukan sinergi dengan BDLHK Pekanbaru dalam mewujudkan tempat praktik yang ideal sesuai dengan kondisi aslinya yaitu di KHDTK Bukit Suligi. Tahap awal dalam sinergitas berkelanjutan ini adalah mobile training untuk pemenuhan tuntutan kesiapan guru sebagai tenaga pendidik dan fasilitator bagi peserta didik dalam pembelajaran sistem blok yang salah satunya adalah menyiapkan dan memastikan kondisi lapangan aman dan tepat digunakan sebagai lokasi praktik peserta didik.

Pada pembukaan kegiatan yang dihadiri oleh Kepala BDLHK Pekanbaru, Kamaruddin S.Hut.T, dan Kepala SMKKN Pekanbaru, Dra. Maryati, M.Pd. kedua satker sepakat untuk bersama-sama menjalin sinergitas pengelolaan KHDTK Bukit Suligi untuk mendukung implementasi pembelajaran sistem blok. Sinergitas yang dibangun diantaranya adalah menyiapkan sarana pembelajaran dan tenaga pengajar. Pada kegiatan mobile training ini, para guru beserta Widyaiswara meninjau langsung kawasan seluas 30 Ha sekaligus menandai batas-batas kawasan dengan patok sehingga telah dipastikan bahwa lapangan dengan kondisi alam yang bervariasi tersebut aman dan sesuai untuk kegiatan praktik sekolah  bagi ketiga kompetensi keahlian yang masing-masing lokasinya telah dipetakan. Kesiapan guru dan lapangan praktik yang dihasilkan melalui mobile training ini sangat penting untuk mewujudkan rencana pembelajaran dengan sistem blok sehingga peserta didik akan terasah keahliannya sesuai dengan tujuan Pendidikan.

0

You may also like

In House Training Pembelajaran Daring
Pembinaan Pegawai SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Diawal Tahun 2020
Hari Guru Nasional 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *