Binti Masruroh, S.Hut
Guru Muda SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru

A. Kegiatan Donor Darah di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru

Dalam rangka menyambut Hari Bakti Rimbawan Tahun 2020, SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Kota Pekanbaru melaksanakan donor darah. Kegiatan donor darah dilaksanakan di Aula SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru pada tanggal 11 Maret 2020. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan kepedulian sosial bagi warga sekolah agar dapat membantu sesama terutama bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah. Sebanyak 57 warga sekolah menjadi donor darah sukarela. 57 warga sekolah terdiri dari siswa/siswi, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

            Seluruh pendonor nampak antusias mengikuti kegiatan donor darah. Tidak jarang ditemukan pendonor yang baru pertama kali mendonorkan darah. Semangat kebersamaan menolong sesama memberikan motivasi dan semangat yang luar biasa. Canda tawa dan keceriaan melenyapkan nyerinya tusukan jarum saat pertama ditujukan di pembuluh darah. Semua terasa nyaman dengan pelayanan prima yang dilakukan oleh petugas PMI Kota Pekanbaru. Sebagai ucapan terima kasih dari PMI Kota Pekanbaru terhadap partisipasi para pendonor diberikan 1 kotak juice, 1 bungkus biskuit dan 1 tablet multivitamin penambah darah. Dalam kegiatan tersebut juga diberikan kartu donor darah sukarela kepada semua pendonor yang hadir. Bagi Siswa/siswi SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, menjadi pendonor adalah sebuah prestasi. Mereka nampak berlomba untuk dapat berpartisipasi. Demikian juga bagi guru, pembina dan pegawai. Kesan menakutkan dari donor darah sama sekali tidak terlihat. Harapan kami kegiatan aksi donor darah dapat dijadikan kegiatan rutin sekolah yang dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali.

B. Manfaat Donor Darah

Selain memberikan manfaat positif bagi orang lain, kegiatan donor darah juga memberikan manfaat positif bagi pendonor. Mengutip informasi dari PMI melalui website http://www.pmi.or.id, Beberapa manfaat dari donor darah adalah

Menjaga kesehatan jantung

Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

Meningkatkan produksi sel darah merah

Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

Membantu menurunkan berat badan

Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping. 

Mendapatkan kesehatan psikologis

Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar. 

Mendeteksi penyakit serius  Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

C. Syarat menjadi Pendonor Darah

Tidak semua orang bisa melakukan donor darah. Untuk melakukan donor darah, pendonor harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan yaitu :

  1. Usia 17-60 tahun (usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orangtua)
  2. Berat badan minimal 45 kg
  3. Temperatur tubuh 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  4. Tekanan darah baik yaitu sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg
  5. Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit
  6. Hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram
  7. Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan

Calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan, seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter.

0

You may also like

Peran Asesor dalam Menjamin Kompetensi SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Smart School, Wajah Baru Sekolah di Era New Normal
Menumbuhkan Leadership Pada Peserta Didik di Era Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *