Indonesia sedang menjadi sorotan dunia. Pesta olahraga akbar terbesar ke dua di dunia, Asian Games yang ke – 18 sedang berlangsung di negeri seribu pulau ini. Sebanyak 16.000 atlet dan official dari 44 negara di kawasan Asia ikut serta meramaikan event empat tahunan ini. Tanpa batasan wilayah, bahasa, warna kulit, ras, seluruh atlit bersatu padu untuk mewujudkan tujuan penyelenggaraan Asian Games yaitu mempererat kerjasama, pemahaman dan hubungan antar negara di kawasan Asia. Erick Thohir, ketua pelaksanaan Asian Games, dalam sambutannya menyatakan bahwa Asian Games bertujuan untuk merayakan keragaman, merayakan perbedaan, merayakan kemanusiaan, untuk saling menularkan energi dari bangsa-bangsa yang beragam menjadi satu kesatuan satu harmoni, the energy of Asia.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika atau yang diterjemahkan dengan Unity in Diversity tampaknya menjadi pondasi yang kuat dan melekat pada masing – masing negara peserta. Penerapan semboyan tersebut telah menjadi sebuah kekuatan yang mempersatukan masyarakat dari berbagai wilayah dengan latar belakang yang berbeda – beda. Meski dijadikan sebagai motto resmi Bangsa Indonesia, semboyan Bhinneka Tunggal Ika bersifat universal dan berlaku untuk seluruh bangsa.
Mengingat pentingnya persatuan dalam keberagaman, tulisan ini akan memberikan gambaran tentang nilai humanistik penyelenggaraan Asian Games yaitu terkait dengan kebhinnekaan di Indonesia. Indonesia boleh bersyukur memiliki sumber daya alam yang melimpah, budaya yang beragam, dan teritori yang begitu luas. Indonesia terdiri dari sekitar 17.500 pulau yang sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan jumlah suku sebanyak 1.340, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman budaya yang paling tinggi. Selain itu, Indonesia juga dinobatkan sebagai negara dengan jumlah penutur 3 bahasa (trilingual countries) paling banyak di dunia. Hampir seluruh masyarakat Indonesia menguasai minimal 2 bahasa dan tidak sedikit yang fasih berbahasa asing. Penguasaan bahasa, menurut sebuah penelitian, memiliki korelasi yang erat dengan inteligensi seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kompetensi yang memadai untuk bersaing dengan bangsa lain.
Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan budaya lainnya. Dilihat dari sisi histori, Indonesia memiliki catatan sejarah yang cukup panjang dan dinamis. Berbagai kerajaan dengan ideologi masing – masing tumbuh dan menyebar ke berbagai wilayah di tanah air. Bukti kejayaan kerajaan – kerajaan tersebutpun masih berdiri kokoh di beberapa wilayah di nusantara. Indonesia juga dihuni oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang sosial dan budaya yang berbeda – beda. Dari adat istiadat, kebiasan masyarakat, bahasa, semuanya memiliki keunikan yang membuatnya mudah untuk diidentifikasi. Sebut saja misalnya angklung. Ketika berbicara tentang angklung, instrumen musik ini pasti mengarahkan pikiran kita kepada budaya Sunda. Tari kecak untuk budaya Bali, lompat batu untuk budaya Nias, berbalas pantun untuk budaya Melayu, karapan sapi untuk budaya Madura, Tari Enggang untuk budaya Suku Dayak, dan lain sebagainya. Semua unsur di atas mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka dan mandiri secara ekonomi. Tidak ada tembok yang memisahkan dan tidak ada kasta yang menjadikan golongan yang satu lebih superior dibanding dengan yang lain.
Apa saja manfaat keberagaman yang bisa kita rasakan? Keberagaman telah membantu Bangsa Indonesia terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil dari perjuangan suku atau golongan tertentu melainkan perjuangan bersama seluruh rakyat Indonesia. Pada zaman perjuangan merebut kemerdekaan, banyak pergerakan lokal dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Cut Nyak Dien misalnya berusaha mengusir penjajah dari tanah Aceh. Tuanku Imam Bonjol melakukan perlawanan di Sumatera Barat, Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah, Pangeran Antasari di Kalimantan, dan masih banyak lagi. Perjuangan – perjuangan tersebut kemudian menjadi salah satu cikal bakal munculnya pergerakan nasional melawan pendudukan bangsa asing di Indonesia.
Keberagaman merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ketika manusia diperhadapkan dengan keberagaman baik suku, agama, ras, antar golongan, pilihan hidup manusia hanya ada dua, yaitu bisa hidup berdampingan atau malah saling menjatuhkan. Interpretasi terhadap norma – norma serta nilai – nilai agama tentu berperan penting dalam memaknai makna keberagaman. Agama sesuai dengan asal katanya “a“ artinya “tidak“ dan “gama“ artinya “kacau“ mengajarkan manusia untuk selalu menjadi berkat bagi sesama, menebarkan kasih, damai, dan cinta. Keberagaman menjadikan kita sebagai manusia yang tidak hanya sekedar menjaga hubungan vertikal dengan Sang Pencipta melainkan juga menjaga hubungan horizontal dengan sesama manusia.
Keberagaman merupakan sebuah identitas yang patut dijaga dan dipelihara. Informasi keberagaman budaya Indonesia telah menyebar ke seluruh pelosok dunia. Maka tak heran apabila banyak warga asing berdatangan ke Indonesia untuk menyaksikan ataupun mempelajari secara langsung keindahan budaya tersebut. Tak hanya itu, beberapa universitas di luar negeri bahkan ada yang mendirikan sentral budaya Indonesia yang kemudian dijadikan sebagai pusat pembelajaran. Warga negara asing tersebut tidak hanya tertarik untuk belajar tentang aksara, tetapi juga kesenian, tradisi, dan gaya hidup. Image yang positif ini apabila dikembangkan dan dipelihara tentu akan melahirkan persepsi yang baik tentang Indonesia yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan maupun investasi asing di Indonesia.
Keberagaman juga merupakan salah satu penyumbang devisa negara. Kekayaan budaya adalah satu daya tarik yang mendorong wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Keunikan budaya yang dimiliki Indonesia menjadikan wisata budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan wisatawan. Atraksi budaya, benda – benda peninggalan sejarah, karya seni, dan adat istiadat merupakan contoh daya tarik wisata budaya yang banyak diminati wisatawan. Wisata jenis inipun cukup prospektif. Hal ini terlihat dari banyaknya paket perjalanan wisata budaya yang ditawarkan oleh pengusaha perjalanan wisata. Kegiatan perjalanan ini tentu akan memberikan keuntungan bagi pihak – pihak yang terlibat dalam perjalanan wisata. Selain itu, adanya multiplier effect menjadikan wisata budaya sebagai salah satu unsur pendukung peningkatan taraf hidup masyarakat.
Akan tetapi, meskipun keberagaman memberikan kontribusi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bagi sebagian masyarakat Indonesia makna kebhinnekaan ini masih sebatas teori. Oleh karena itu, edukasi terhadap masyarakat sangat diperlukan agar nilai – nilai keberagaman dapat terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Institusi pendidikan sebagai salah satu sumber peradaban juga sebaiknya mengambil peran dalam meningkatkan kesadaran generasi – generasi penerus bangsa agar sejarah panjang Indonesia tidak lekang oleh waktu. Di samping itu, media sebagai sumber informasi diharapkan dapat menggiring opini masyarakat agar semakin mencintai dan memaknai Bhinneka Tunggal Ika. Media dapat menyajikan informasi yang relevan yang dapat membangkitkan semangat persaudaraan. Dengan demikian, sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia bisa terpatri dalam setiap jiwa masyarakat Indonesia.

You may also like

Peran Asesor dalam Menjamin Kompetensi SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Smart School, Wajah Baru Sekolah di Era New Normal
Menumbuhkan Leadership Pada Peserta Didik di Era Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *